Setelah Tangerang sekarang giliran Bandung yang mencekal Dewi Persik. Walikota Dada Rosada menilai penampilan aksi panggung Dewi terlalu mengundang Syahwat yang dapat menimbulkan tindakan asusila bagi setiap orang yang menontonnya. Goyang gergaji Dewi, menurut Walikota, dinilai lebih parah dari artis-artis lainnya dan dikhawatirkan akan merangsang bertumbuhnya para plagiat-plagiat yang menimbulkan keresahan sosial dan degradasi moral para anak muda Bandung.
Walaupun tindakan walikota Bandung ini dinilai meniru walikota Tangerang Wahidin Halim, Dada menuturkan bahwa yang dilakukannya ini hanya untuk menciptakan keamanan di masyarakat Bandung dan menciptakan Bandung sebagai kota yang agamis. Pencekalan ini didukung aplaus dari warga Bandung.
Sedangkan Meutia Hatta, yang ditemui di Kelapa Gading, memberikan pendapatnya tentang pencekalan itu. Menurutnya, setiap Pemda memiliki hak untuk mencekal artis siapapun itu yang akan manggung di daerahnya. Hal itu dikarenakan Pemda memiliki patokan tersendiri untuk memilih hiburan yang sesuai atau tidak untuk warganya.
Sementara itu Dewi Persik kali ini menanggapi pencekalan dirinya dengan kalem. Dia meminta maaf kepada seluruh masyarakat, kepala pemerintahaan, aparat, ahli agama, dan seluruh masyarakat atas tindakannya yang frontal kala Walikota Tangerang mencekalnya beberapa minggu yang lalu. Dia mengaku waktu itu hawa setan tengah merasukinya sehingga dia kelepasan bicara.
Namun kali ini Dewi mengakui dia hanya manusia biasa yang khilaf, sempat bersalah dan berdosa. Dia berkata ingin memperbaiki semuanya dan menjadi manusia yang lebih baik lagi, dan berusaha membangun tali silaturahmi yang tulus dengan semua lapisan masyarakat.





bagus deh dewi persik dicekal sekalian aja sama seluruh warga indonesia jangan pake dewi persik lagi.