Sama-sama cantik, sama-sama seksi, sama-sama populer, dan sama-sama penyanyi dangdut papan atas, mereka adalah Julia Perez dan Dewi Persik. Kelebihan dan kualitas yang dimiliki keduanya membuat Shanker sang produser tertarik untuk mempertemukan mereka dalam sebuah film Indonesia bergenre horor berjudul Arwah Goyang Karawang sebagai lawan main, dan tidak disangka ternyata pertemuan ini awal dari perseteruan sengit di antara keduanya.
Perang mulut di media hingga aksi cakar-cakaran di lokasi syuting mewarnai “perang” Julia Perez versus Dewi Persik. Laporan ke pihak berwajib pun dilakoni keduanya untuk saling menjatuhkan lawan. Semua berawal dari sikap Dewi Persik yang tidak terima apabila Julia Perez menjadi pemeran utama. Melalui produser film Arwah Goyang Karawang, Dewi Persik menawarkan dua opsi yaitu meminta peran utama atau tetap menjadi peran pembantu namun dengan tambahan bayaran. Sikap arogansi dan egois Dewi Persik tersebut ternyata memancing amarah Julia Perez.
Dengan didukung sutradara maupun produser, Julia Perez menyampaikan ketidaksenangannya terhadap Dewi Persik kepada media dengan menuding Dewi Persik sebagai artis yang kurang profesional. Namun, Dewi Persik malah menganggap sikap Julia Perez tersebut terlalu melebih-lebihkan dan merupakan akal-akalan sutradara maupun produser saja untuk mendongkrak popularitas film Arwah Goyang Karawang.
Sikap Dewi Persik yang sering bermasalah dengan sesama rekan artis atau orang ternama lainnya, membuat gadis kelahiran Jember, 18 Desember 1985 ini dikenal publik sebagai artis yang sensasional dan kontroversial. Sikapnya yang tidak pernah tendeng aling-aling berbicara di depan publik membuat image yang dibangun untuk dirinya sendiri menjadi cenderung negatif. Akibatnya, perseteruannya dengan Julia Perez ini pun lebih menyudutkan dirinya, publik menganggap Dewi Persik hanya berusaha membuat sensasi seperti biasanya.






Leave Your Comments Below