Perhelatan kontes kecantikan Putri Indonesia yang rutin digelar setahun sekali oleh Yayasan Putri Indonesia yang dipimpin oleh Ibu Mooryati Soedibyo dan didukung oleh Perusahaan Kosmetik Mustika Ratu telah berlangsung semenjak tahun 1992. Kontes kecantikan ini memiliki parameter penilaian yaitu 3B (Brain, Beauty and Behavior).
Apabila parameter penilaian 3B tersebut benar-benar menjadi tolok ukur lahirnya seorang Putri Indonesia, maka Putri Indonesia memang pantas dijadikan figur panutan terutama bagi selebritis Indonesia. Sehingga selebritis Indonesia, khususnya cewek cantik tidak hanya mengandalkan tampilan lahiriah semata tetapi juga modal kecerdasan dan perilaku yang terpuji ketika terjun dalam dunia entertaiment tanah air.
Namun pada kenyataannya, Putri Indonesia yang berhasil ditelurkan dari kontes kecantikan tersebut kurang memiliki kualitas 3B. Dari 15 Putri Indonesia yang terpilih semenjak tahun 1992 hingga 2010, hanya 7 putri yang benar-benar memiliki kualitas, sebut saja Indira Paramarini Soediro (1992) yang berhasil menjadi pemenang Miss ASEAN tahun 1991, Venna Melinda (1993) dan Angelina Sondakh (2001) yang berhasil menjadi anggota DPR RI, Alya Rohali (1996) dan Melanie Putria Dewita Sari (2002) yang piawai menjadi presenter, Artika Sari Devi (2004) yang berhasil masuk 15 finalis Miss Universe 2005, dan Zivanna Letisha Siregar (2008) sebagai pembawa berita Liputan 6 SCTV.
Sementara, beberapa nama lain seperti Nadine Chandrawinata (2005), Qory Sandioriva (2009), dan Nadine Alexandra Dewi Ames (2010) malah menunjukkan kualitas yang sangat buruk di depan publik. Seperti Nadine Chandrawinata dan Qory Sandioriva yang kurang fasih menggunakan bahasa Inggris ketika berlaga di ajang Miss Universe serta Nadine Alexandra yang minim wawasan ketika ditunjuk menjadi Duta Wasior. Selain itu, pemilihan Putri Indonesia tahun 2010 mengalami kontroversi, karena kualitas pemenang dianggap bukanlah yang terbaik dibanding peserta Putri Indonesia yang lain.
Dari bukti di atas, sulit rasanya menjadikan Putri Indonesia cermin bagi selebritis Indonesia, karena kualitas Putri Indonesia sendiri semakin dipertanyakan dan terus mengalami penurunan mutu dari tahun ke tahun.









