BNN RI Sita Ratusan Kilogram Narkoba April-Juni 2024

BNN RI Sita Ratusan Kilogram Narkoba April-Juni 2024

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) telah merilis laporan kasus peredaran narkoba di wilayah Indonesia. Pada periode April hingga Juni 2024, BNN berhasil menyita ratusan kilogram sabu dan ekstasi.

Pengungkapan kasus ini disampaikan pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional yang dipusatkan di Kota Dumai. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Marthinus Hukom, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya seperti Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal, Kepala BNN Riau Brigjen Pol Robinson Siregar, dan Deputi Pemberantasan Irjen I Wayan Sugiri. Wali Kota Dumai, H. Paisal, Kapolres Dumai, AKBP Dhovan Oktavianton, serta beberapa pejabat lainnya di Riau juga turut hadir.

“BNN RI bekerja sama dengan TNI, Polri, Ditjen Bea dan Cukai, serta Ditjen Pemasyarakatan menyita 112 ribu gram sabu, 806 ribu gram ganja, 457 gram ganja sintetis, dan 11 ribu butir pil ekstasi,” kata Marthinus pada Senin (24/6/2024).

Marthinus menyampaikan bahwa seluruh barang bukti yang disita adalah hasil dari pengungkapan 128 kasus tindak pidana narkotika yang melibatkan 220 tersangka. Dengan menyita barang bukti tersebut, BNN RI telah berhasil menyelamatkan 640 jiwa dari ancaman bahaya narkotika.

Selain itu, BNN juga berkontribusi dalam menyelamatkan bangsa Indonesia dari kerugian sosial ekonomi akibat peredaran dan penyalahgunaan narkotika. “Dari total barang bukti yang disita oleh BNN pusat dan BNN Provinsi, sebanyak 56 ribu gram sabu, 41 ribu mililiter sabu cair, 652 gram ganja, dan 6.460 butir ekstasi telah dimusnahkan,” tambah Marthinus.

Pemusnahan barang bukti dilakukan setelah disisihkan untuk uji laboratorium dan keperluan ilmu pengetahuan. Pemusnahan ini adalah hasil dari pengungkapan 47 kasus dengan 80 tersangka di wilayah Sumatera, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Selain di Dumai, BNN Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara juga melakukan pemusnahan barang bukti. Marthinus juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berperang melawan narkoba dan memberantas peredarannya.