Politikus Wanita Meksiko Tewas Ditembak di Rumahnya

Politikus Wanita Meksiko Tewas Ditembak di Rumahnya

Seorang politikus wanita Meksiko yang juga anggota dewan kota Tixtla di negara bagian Guerrero, tewas ditembak sekelompok pria bersenjata di depan rumahnya. Kekerasan terhadap pejabat dan politikus Meksiko meningkat sejak pemilu pada 2 Juni lalu.

Pembunuhan politikus wanita ini menjadi ironi setelah terpilihnya Claudia Sheinbaum sebagai Presiden perempuan pertama dalam sejarah Meksiko. Diharapkan, kemenangan Sheinbaum akan membawa perubahan di negara yang sering diwarnai tindak kekerasan terhadap perempuan.

Dilansir Reuters, Sabtu (8/6/2024), Esmeralda Garzon, yang memimpin komisi kesetaraan dan gender di Dewan Kota Tixtla, ditemukan tewas pada Jumat (7/6) sore saat hendak meninggalkan rumahnya.

Kantor jaksa agung negara bagian Guerrero menyatakan bahwa personel kepolisian telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk menyelidiki dan menemukan para pelaku yang bertanggung jawab.

Garzon terpilih menjadi anggota Dewan Kota Tixtla di bawah Partai Revolusioner Institusional (PRI), yang kini bergabung dengan oposisi untuk melawan Partai MORENA yang berkuasa di Meksiko. Namun, Garzon diketahui mendukung kandidat-kandidat Partai MORENA dalam pemilu 2 Juni lalu, seperti terlihat dari postingan di media sosialnya. “Pilih, tanpa rasa takut!” tulis Garzon dalam akun media sosialnya saat pemilu berlangsung.

Kampanye dan pemilu yang digelar pekan lalu disebut sebagai yang paling berdarah di Meksiko oleh kelompok hak asasi manusia, dengan sedikitnya 39 kandidat politik tewas dibunuh dalam rentetan insiden mengerikan.

Garzon sendiri tidak mencalonkan diri dalam pemilu 2 Juni lalu. Motif pembunuhan Garzon belum diketahui secara jelas. Namun, para analis memperkirakan gabungan kartel narkoba yang kuat di Meksiko dan pemerintah daerah yang sering korup berkontribusi terhadap bahaya yang dihadapi para kandidat politik di negara tersebut.

Pada Minggu (2/6), Sheinbaum, capres dari Partai MORENA, meraih kursi kepresidenan Meksiko dengan kemenangan telak, yang menempatkannya di jalur yang tepat untuk menjadi Presiden perempuan pertama di negara tersebut. Dia akan menghadapi tugas besar untuk mengatasi tindak kekerasan dalam peran barunya.

Belum genap 24 jam setelah terpilih, atau tepatnya pada Senin (3/6), seorang Wali Kota perempuan di Cotija, Yolanda Sanchez, disergap dan dibunuh sekelompok pria bersenjata. Laporan media lokal menyebut Sanchez, yang menjabat Wali Kota Cotija sejak tahun 2021, ditembak sebanyak 19 kali. Pengawalnya juga menjadi korban dalam penyerangan tersebut.