Skandal Sertifikasi Keamanan Hantam Produsen Otomotif Jepang

Skandal Sertifikasi Keamanan Hantam Produsen Otomotif Jepang

Industri otomotif Jepang kembali terguncang dengan skandal besar yang melibatkan empat produsen utama: Toyota, Honda, Suzuki, dan Mazda. Keempat perusahaan ini terlibat dalam penyelewengan sertifikasi keamanan kendaraan.

Melansir Carscoops, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang (MLIT) telah melakukan penyelidikan sejak 2014 terhadap praktik produsen mobil domestik. Temuan tersebut menunjukkan adanya penipuan terkait persetujuan model tertentu, memaksa produsen menghentikan produksi, pengiriman, dan penjualan kendaraan yang terdampak.

Toyota Mengakui Pelanggaran

Toyota, sebagai produsen otomotif terbesar di Jepang, mengakui telah mengirimkan data palsu dalam uji keselamatan untuk beberapa model, termasuk Corolla Fielder, Corolla Axio, dan Yaris Cross, yang masih diproduksi. Selain itu, gangguan dalam uji tabrakan ditemukan pada model Crown, Isis, Sienta, dan Lexus RX, yang produksinya kini dihentikan. Total sekitar 1,7 juta mobil terkena dampak pelanggaran ini.

Chairman Toyota, Akio Toyoda, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh konsumen, mengakui bahwa perusahaannya menghadapi masalah serius terkait sertifikasi.

Suzuki Terjerat Skandal Pengujian Pengereman

Suzuki juga terlibat dalam skandal ini, menemukan pemalsuan sertifikasi pengujian pengereman pada 2014. Model yang terlibat adalah Alto Cargo, dengan jarak pengereman yang dipalsukan dalam pengujian.

Konsekuensi dan Permintaan Maaf

Akibat skandal ini, kepercayaan konsumen terhadap produsen mobil Jepang terancam. Keempat perusahaan diharapkan untuk melakukan perbaikan signifikan dalam praktik sertifikasi dan memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan yang ketat.